Saturday, August 07, 2004

Pembangunan Jatigede Berlanjut (Development of Jatigede Continues)

Source: Pikiran Rakyat

Bupati, Persiapan Teknis Tengah Dimulai

BANDUNG, (PR).-
Bupati Sumedang Don Murdono, memastikan kelanjutan projek pembangunan waduk Jatigede yang sekian lama terkatung-katung dan menjadi wacana pro dan kontra berbagai kalangan masyarakat. Saat ini, persiapan teknis pembangunan tengah dimulai sambil menanti selesainya pembebasan tanah secara keseluruhan.

English Translation

The regent, Technical preparations Middle Dimulai

Bandung, (PR).
- the Regent Sumedang Don Murdono, ascertained continuation projek the Jatigede development of the reservoir that so many old floated and became the pros and cons discourse of various of the community's circles. At this time, technical preparations for the development were begun while waiting was finished him the liberation of the land on the whole.


Hal itu dipastikan Don Murdono, saat menghadiri Pengukuhan Pamong Praja Muda lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Angkatan XII/ 2004 di Kampus STPDN Jatinangor, Kab. Sumedang, Kamis (5/8).
Sebagaimana diketahui, projek yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan irigasi 130.000 hektare areal persawahan, termasuk pemenuhan pasokan air untuk lumbung padi Jawa Barat di Kabupaten Indramayu dan Cirebon itu, terus terkatung-katung sejak dimulai pada tahun 1963. Pembebasan lahan seluas 4.896,22 hektare yang tidak kunjung selesai karena banyak diwarnai manipulasi, menjadi penyebab utama ketidakpastian projek tersebut. 'Saya kira saat ini, pernyataan pro dan kontra yang disampaikan berbagai kalangan sudah cukup seimbang. Jadi, ya kita jalan terus dengan pelaksanaan projek yang bagaimanapun sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi berbagai dampak di lumbung padi Jabar,' ungkap Don Murdono.
Program pembangunan tersebut, katanya, merupakan kebijakan dari pusat. 'Pusat sendiri sudah memberikan bantuan, tinggal negosiasi saja bagaimana teknis pengerjaannya. Dan perlu diketahui, projek ini membutuhkan lahan kira-kira 4.000 sampai 5.000 hektare. Dari kebutuhan lahan seluas itu yang sudah dibebaskan sekira 3.000 hektare. Sisa 1.000 hektare saat ini masih dikuasai sebanyak 700 kepala keluarga (KK). 'Mereka ada di sekitar Kecamatan Cibogo dan Pawenangan,' ujarnya.
Menurut Don Murdono,"