Monday, August 02, 2004

Warga Calingcing Sulit Peroleh Air (Difficulties with water supply in Kuningan)

Source: Pikiran Rakyat

KUNINGAN, (PR).-
Fenomena alam berupa musim kemarau kali ini kembali telah membuat warga di Kampung Calingcing, Desa Cileuya, Kec. Cimahi, Kab. Kuningan, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Pasalnya, hampir seluruh mata air andalan penduduk kampung di lereng perbukitan itu kini sudah menyurut drastis, bahkan sebagian besar di antaranya sudah kering kerontang.

English Translation

The phenomenon of the nature take the form of the dry season this time again made the citizen in the Calingcing Village, the Cileuya Village, Kec. Cimahi, Kab.Kuningan, experienced the difficulty of obtaining the clean water.

His article, almost all the spring of the mainstay of the inhabitants of the village in the slope of hills currently decreases drastic, in fact most of the him was already dry kerontang.


Pengamatan "PR" di kampung yang berjarak sekira 30 km arah timur dari perkotaan Kabupaten Kuningan, Minggu (1/8), untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, penduduk di sana terpaksa harus antre dan menunggu air hingga berjam-jam di beberapa mata air sekitar kampungnya.

Sebagian di antaranya, terutama yang memiliki kendaraan bermotor, berupaya memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan rumah tangganya dengan cara mengangkut air dari sumber mata air dan sumur di perkampungan lainnya yang berjarak ratusan hingga beberapa kilometer dari kampunya itu.

Sejumlah penduduk Kampung Calingcing kepada "PR" menyebutkan, kesulitan memperoleh air bersih seperti itu pada musim kemarau sekarang sudah dirasakan selama lebih kurang sebulan terakhir. Namun di balik itu, sepertinya mereka tidak begitu mengeluhkan kondisi itu karena menurut mereka pula kondisi seperti itu sudah menjadi langganan penduduk Calingcing pada setiap musim kemarau.

"Tos biasa Pak keur urang dieu mah. Usum hujan nyelang ti liang cai atawa nandean cai hujan, usum halodo ngunjalan cai ti ditu-ti dieu (Hal seperti ini bagi warga di sini sudah biasa, Pak. Musim hujan mengambil air dari mata air melalui selang atau menampung air hujan, musim kemarau mengangkut air dari sana-sini)," tutur salah seorang ibu rumah tangga di kampung tersebut.

Selain dengan cara tersebut, beberapa warga Calingcing menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya pada musim kemarau, penduduk di kampungnya itu ada juga yang membuat dan memiliki sumur gali. Akan tetapi, karena kondisi alamnya, sumur gali di beberapa pekarangan rumah penduduk Calingcing, hanya ada airnya di musim hujan.

Meski selama ini hampir tidak ada keluhan berarti, mereka mendambakan pula uluran pengadaan air bersih dari pemerintah daerahnya. "Cobi Pak bantuan usulkeun ka pamarentah, pangdamelkeun sumur artesis atanapi naon kitu, supados urang dieu teu hese cai bae unggal usum halodo (Coba Pak bantu usulkan ke pemerintah, buatkan sumur artesis atau apa, supaya penduduk di kampung ini tidak lagi kesulitan mendapatkan air di musim kemarau)," pinta salah seorang warga.

Sementara itu, pengamatan "PR" di beberapa bagian wilayah Kuningan Timur lainnya, dampak kemarau kali ini juga sudah melanda aliran sungai dan areal pertanian penduduk. Sungai terbesar di wilayah Kecamatan Cibingbin yang berbatasan dengan Jawa tengah, yakni Daerah Aliran Sungai (DAS) Cijangkelok, anak Sungai Cisanggarung, misalnya, kini nyaris kering kerontang. Begitu pula permukaan air di sumur-sumur gali milik penduduk di sejumlah desa seputar Kecamatan Cibingbin, kini tampak mulai menurun.