Wednesday, September 01, 2004

Cimahi Akan Tindak Industri yang Bandel (Cimahi to take action against industries without wastewater processing facilities)

Source: Pikiran Rakyat

CIMAHI, (PR).-
Pemerintah Kota Cimahi akan menindak tegas pabrik yang tidak memfungsikan instalasi pengolahan air limbahnya (IPAL) sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena, dari 113 pabrik penghasil limbah yang masih beroperasi di Kota Cimahi, diperkirakan hanya 57% yang mengoperasikan IPAL-nya.

English Translation

The Cimahi Government of the City will take action firm the factory that did not make his installation of the processing of the waste water function (IPAL) in accordance with the current arrangement. Because, from 113 factories of the producer of the waste that still were operating in the Cimahi City, it was estimated only 57% that operated on his IPAL.


"Kami akan terus memeriksa kinerja operasional IPAL di pabrik-pabrik yang ada di Kota Cimahi. Jika ternyata tidak digunakan sesuai fungsinya, kami akan tindak," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Ir. Arlina Gumira K., M.Si. kepada "PR" seusai kegiatan "Sarasehan Bangun Praja" di Pendopo Pemkot Cimahi, Selasa (31/8).

Pada pelaksanaannya, kata Arlina, pihaknya bekerja sama dengan dinas dan instansi terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, Catatan Sipil, dan Kependudukan (Disnakercasipduk) yang telah mengeluarkan izin awal. Sebelum mengeluarkan rekomendasi kepada dinas atau instansi untuk menindak tegas pabrik yang membandel, Dinas LH akan memeriksa terlebih dahulu IPAL yang ada.

Jika instalasinya tidak berfungsi dengan baik, karena rusak atau ada komponen yang perlu diganti, pihaknya akan memberikan toleransi waktu pemulihan instalasi sesuai dengan kondisi yang ada.

"Namun, jika tetap membandel, kami terpaksa akan mengeluarkan surat rekomendasi kepada dinas atau lembaga terkait, seperti Disnakercaspiduk untuk mencabut izin awalnya. Diharapkan dari berita acara yang kami sampaikan, dinas terkait dapat menindak tegas pabrik tersebut," kata Arlina.

Briket batubara

Menyinggung adanya kecenderungan industri di Kota Cimahi yang mulai beralih menggunakan briket batu bara sebagai bahan bakar operasional industrinya, Arlina mengakui hal itu. Hanya saja, ia tidak memiliki data tentang industri tersebut.

Ketika ditanya soal adanya pabrik di wilayah Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi yang didemo masyarakat karena menggunakan briket batu bara sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, menurut Arlina, hal itu sedang diperiksa stafnya.

"Namun, pabrik itu bukan sedang beroperasi, tapi sedang melakukan uji coba. Tapi, kami lihat dulu hasil pemeriksaan yang sedang dilakukan beberapa orang staf kami. Setelah diperiksa lalu akan dibuatkan berita acara untuk dijadikan masukan kepada dinas-dinas yang terkait," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija, dalam acara sarasehan kemarin mengajak semua stakeholders masyarakat Cimahi untuk menyukseskan Program Bangun Praja di Kota Cimahi. Terlebih lagi, Program Bangun Praja Nasional sudah dicanangkan Presiden Megawati dua tahun lalu di Bali saat menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia.