Wednesday, September 01, 2004

Sumber Mata Air PDAM Melorot Sampai 40% (Spring source water drops by 40%, Bandung)

Source: Pikiran Rakyat

Seminggu Ledeng tak Ngocor di Jln. Pluto

BANDUNG, (PR).-
Sumber air bersih dari mata air dan sumur bor lokal yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung, menurun cukup drastis hingga 40% akibat kemarau panjang. Akibat penurunan debit air itu, di wilayah-wilayah tertentu bahkan tidak mendapat suplai air. Seperti di Jln. Pluto dan Jln. Saturnus, Margahayu Raya, air tidak ngocor selama seminggu.

English Translation

the clean Source of the water from the spring and the local artesian well that were managed by the Company of the Area of the Drinking Water (PDAM) the Bandung City, descended quite drastic to 40% resulting from dry long. As a result of the decline in the water debit, in certain territories in fact did not receive the supply of the water.Like in the Road. Pluto and the Road. Saturnus, Margahayu Great, the water not ngocor during a week.


Kasie Humas dan Protokol PDAM Kota Bandung Meliana S, saat ditemui Selasa (31/8), mengungkapkan dampak terjadinya kemarau sangat dirasakan pada mata air. Pada musim penghujan, debit mata air mencapai 115 liter/detik. Namun, pada musim kemarau sekarang ini menurun 75 liter/detik atau sekira 40%.

Hal yang sama juga dialami oleh 23 sumur bor lokal yang dikelola PDAM. Dalam keadaan normal, sumur bor dapat menghasilkan 130 liter/detik, akan tetapi pada musim kemarau sekarang ini mengalami penurunan menjadi 90 liter/detik. "Konsekuensinya, daerah yang diairi sumber air sumur bor lokal dan mata air, seperti sebagian Bandung Barat dan sebagian Bandung Selatan agak kesulitan mendapatkan air," ujar Meliana.

Satu-satunya sumber air yang masih relatif stabil, kata Meliana, adalah dari air permukaan yaitu dari Sungai Cisangkuy dan Sungai Cikapundung. Namun kedua sumber air itu pun mengalamai penurunan debit dari 1.500 liter per detik (lpd) menjadi 1.400 lpd. Hanya s penurunan itu masih dirasakan stabil.

Dia menjelaskan, biasanya sumber air dari Cikapundung memenuhi pelanggan di Bandung Utara, Bandung Barat, dan Bandung Timur. Kemudian dari Cisangkuy yang ditampung di reservoar Badak Singa, bisa memenuhi pelanggan di Bandung Tengah, Bandung Selatan, sebagian Bandung Barat, dan sebagian Bandung Timur.

Namun, kedua sumber air itu pun sekarang terpaksa harus memenuhi beberapa pelanggan yang daerahnya disuplai dari sumber mata air dan sumur bor lokal. Konsekuensinya, PDAM terpaksa harus mengatur kembali atau menjadwal ulang giliran air. "Kalau dulu mendapat giliran airnya agak lama namun sekarang waktunya diperpendek karena harus disalurkan juga ke tempat lain," jelasnya.

Beberapa konsumen PDAM, kemarin mengeluh karena tidak lagi memperoleh pasokan air ledeng. Bahkan sebagian pelanggan yang bermukim di Jln. Pluto dan Jln. Saturnus, Margahayu Raya, mengaku sudah satu minggu air PDAM tidak ngocor. Begitu juga sebagian pelanggan di Bandung Timur dan Jln. Balonggede, juga mengaku kondisi yang sama.