Saturday, February 05, 2005

Lemah, Koordinasi Damkar dengan PDAM (Weak, Damkar Co-ordination with PDAM)

Source: Pikiran Rakyat




Lambatnya Penanggulangan Kebakaran

CIANJUR, (PR).-
Selain kondisi peralatan yang buruk, lemahnya koordinasi antara unit pemadam kebakaran (Damkar) dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam soal penggunaan hydrant air, menjadi salah satu penyebab lambatnya penanggulangan kebakaran di Cianjur.

English Translation

The Kebakaran slowness of the Control

Cianjur, (PR).-
apart from the condition for bad equipment, the weakness of the co-ordination between the unit of the fire extinguisher (Damkar) and the Company of the Area of the Drinking Water (PDAM) in the matter of the use hydrant water, became one of the causes of the slowness of the control of fire in Cianjur.


Hal ini terlihat dalam beberapa peristiwa kebakaran seperti yang terjadi di sebuah toko kelontong di Jln. Mangunsarkoro, belum lama ini. Saat itu petugas pemadam kebakaran kesulitan memperoleh sumber air, ironisnya jarak antara toko yang terbakar dengan hydrant air milik PDAM hanya berjarak belasan meter.

Tapi hydrant tersebut tidak dapat dipergunakan karena dalam keadaan terkunci, dan kuncinya sendiri dipegang oleh petugas PDAM.

"Kami tidak bisa menggunakan hydrant milik PDAM itu karena kuncinya dipegang oleh petugas mereka, ini membuat petugas kami kesulitan untuk mencari sumber air untuk memadamkan api", ujar Kepala Dinas Ciptakarya Drs. Burdah Atori yang ditemui di lokasi kebakaran, pekan lalu.

Tak pernah di hubungi

Sementara itu Budi Karyawan, S.H., M.M., Kabag Distribusi PDAM Kab. Cianjur, membenarkan kalau pihaknya yang memegang kunci. Namun pihaknya tidak pernah dihubungi kalau terjadi kebakaran. Padahal ada layanan hotline selama 24 jam di pesawat telefon 270600 yang siap melayani masyarakat umum yang memerlukan hydrant.

"Memang hydrant itu kami sediakan untuk pelayanan umum yang sifatnya emergency dan kami telah membuka layanan hotline selama 24 jam bila dibutuhkan. Namun selama ini warga banyak yang langsung menelefon petugas kebakaran dan pihak Damkar juga tidak memberitahu kami," kata Budi.

Pihaknya juga aktif bila terjadi kebakaran mendatangi lokasi. Namun hal ini karena terbentur keterbatasan personel PDAM yang tugas piket yang dimiliki. "Tapi akan diupayakan petugas PDAM juga aktif ke lokasi bila ada kebakaran," ujar Budi yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/2). “Kalau pemegang kunci hydrant tidak sembarangan orang yang memegang, karena itu termasuk asset perusahaan,” tutur Budi