Saturday, February 12, 2005

PDAM Kota Sukabumi Dililit Utang Rp 29 M (PDAM Kota Sukabumi City suffers Rp 29 billion debt)

Source: Pikiran Rakyat

Ribuan Pelanggannya Nunggak Rp 5 Miliar

SUKABUMI, (PR).-
Sedikitnya 8.000 konsumen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sukabumi menunggak pembayaran rekening air bersih, dengan jumlah tunggakan mencapai Rp 5 miliar lebih. Sebaliknya, PDAM Kota Sukabumi juga masih memiliki beban utang sebesar Rp 29 miliar kepada Pemerintah Belanda, termasuk didalamnya tunggakan bunga, serta cicilan kepada pemerintah pusat.

Dirut PDAM Kota Sukabumi, H. Sulaeman Muchtar, S.H, S.Sos., M.M., yang dihubungi "PR" di ruang kerjanya menjelaskan mengenai utang piutang PDAM yang jumlahnya cukup besar itu. Untuk tunggakan pelanggan, mulai diupayakan melalui efektifitas penagihan dengan cara membentuk sebuah tim yang bertugas memberitahukan, mengingatkan sampai merekomendasikan menutup pasokan air bersih terhadap pelanggan yang membandel.

English Translation

Thousands of his customers Nunggak Rp 5 Miliar

Sukabumi, (PR).- At Least 8,000 consumers of the Company of the Area of the Drinking Water (PDAM) the Sukabumi City menunggak clean payment of the account of water, with the number of arrears reached Rp 5 billion more. On the other hand, PDAM the Sukabumi City also was still having the burden of the debt of Rp 29 billion to the Dutch Government, including inside flower arrears, as well as the instalment to the government of the centre.

The managing director PDAM the Sukabumi City, H. Sulaeman Muchtar, S. H, S. Sos., M. M., that was contacted by "PR" in his office explained concerning the PDAM debt debt that the amount quite big that. For the customer's arrears, from was striven for through efektifitas penagihan by means of forming a team that was assigned informed, warned to recommended closed clean water supplies against the recalcitrant customer.


"Tunggakan pada pelanggan jumlahnya bervariasi, dari mulai pelanggan rumah tangga sampai tempat-tempat ibadah dan semuanya akan didatangi oleh tim yang telah ditugaskan. Lama tunggakan juga bervariasi, mulai tiga bulan sampai 80 bulan. Kami optimis akan berhasil, karena dengan cara seperti ini PDAM bisa berjalan dengan baik," jelas Sulaeman Muchtar.

Mekansime penagihan yang dilaksanakan oleh tim yang telah dibentuk, dimulai dengan pemberitahuan secara umum. Kemudian pemberitahuan khusus terhadap para penunggak dengan menggunakan sistem wilayah. Selanjutnya peringatan bagi pelanggan yang membandel sampai akhrinya terpaksa harus ditutup, jika pelanggan tetap tidak berniat baik untuk melunasi tunggakannya.

Sedangkan yang berkaitan dengan masalah utang PDAM Kota Sukabumi, sebagaimana dijelaskan oleh Sulaeman Muchtar, bahwa tunggakan tersebut berawal dari tawaran bantuan Pemerintah Belanda melalui salah satu institusi penanganan air bersih di negara tersebut. Tawaran dalam bentuk peralatan, tenaga teknis, konsultan sampai loan itu dilaksanakan sekitar tahun 1987/1988. Pemkot Sukabumi yang tengah membutuhkan penanganan PDAM saat itu menerima tawaran tersebut dengan nilai secara keseluruhan mencapai Rp 10,4 miliar. Jumlah tersebut masih ditambah dengan pinjaman dari pemerintah pusat selang beberapa tahun kemudian dengan nilai hampir Rp 6 miliar. Selama kurun waktu belasan tahun ini terjadi pembengkakan bunga serta bunga administrasi bank yang akhirnya muncul angka sebesar Rp 29 miliar.

Minta restrukturisasi

"Terus terang kami belum sanggup melunasi semua utang tersebut, apalagi selama ini PDAM selalu merugi, kecuali pada tahun 2004 lalu memiliki keuntungan sebesar Rp 180 juta. Oleh sebab itu, Wali Kota Sukabumi telah melayangkan surat kepada Pemerintah Belanda dan pemerintah pusat agar utang tersebut dihapuskan, direstrukturisasi atau dijadikan penyertaan modal terhadap PDAM. Sayangnya sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti," kata Sulaeman Muchtar.

Lepas dari masalah utang piutang, PDAM Kota Sukabumi yang sampai saat ini masih ambivalen, yaitu berfungsi sebagai lembaga bisnis pemerintah daerah karena statusnya sebagai perusahaan daerah, serta memiliki fungsi sosial, optimis dimasa yang akan datang akan berkembang.